Thursday, January 16, 2014

Saya, Sebuah Profil

Sebuah profil sederhana dari kesediaan seorang jurnalis yang juga rekan kerja saya. Terima kasih atas semua ilmu dan kerendahan hati untuk menulis "Saya"

Semoga tetep bawel, kece, banyak rezeki dan tetap membumi :)


Fawzi Maulana Ilyas Affandi: Aspiring Journalist
Media massa tumbuh pesat di era keterbukaan informasi kini. Profesi jurnalis tak lagi identik dengan jam kerja ekstra dan gaji kecil. In fact, a fun work with promising future. Is it? Lets hear from Fawzi, a journalist himself!

Sejak lama, Fawzi mengidamkan bekerja sebagai jurnalis. He isn't a big fan of routinity, from the start. “Apalagi mengerjakan suatu hal yang sama setiap hari sebagai mata pencaharian. Wah, nggak terbayang deh,” ujarnya setengah bergidik. Mahasiswa tingkat akhir Public Relation Universitas Islam Bandung ini terpikat dunia media massa karena ritme kerjanya dinamis. Dan memungkinkan Uji—panggilan akrabnya—bertemu banyak orang baru.

Gayung bersambut. Seorang teman Uji mengabari lowongan sebagai reporter di Icihers Magazine. Sebuah free magazine berbasis di Kota Kembang. Uji tak menyangka diterima dan langsung dipekerjakan. Pasalnya, Uji tak punya latar belakang jurnalistik atau pengalaman menulis selain di blog pribadi. Feels good, living your dream, eh? Uji menggeleng seraya menjentikkan abu rokoknya. Pengalaman menjadi freelance staff sebuah biro iklan membuatnya membayangkan masuk kantor setiap hari, menulis naskah majalah. Meskipun advertising dan mass media sama-sama industri kreatif, faktanya jauh dari itu. “Reporter ternyata bisa ngantor pake kolor,” candanya tersenyum.

This even better. Pria berkacamata ini sangat nyaman bekerja sebagai reporter. Dunia jurnalistik menggembleng Uji dalam waktu singkat. Memperkaya sudut pandang sehingga lebih bijak melihat suatu hal. Mewawancarai berbagai narasumber, membuat Uji lebih membuka diri dan pikiran. Deadline secara konstan mendidik disiplin dan manajemen waktu yang baik. Pehobi nonton film dan sepak bola ini mengaku awalnya sempat menyepelekan profesi tulis-menulis. “Setelah menjalani sendiri, baru memahami ternyata bukan pekerjaan mudah ya,” aku pecinta Manchester United dan Timnas Inggris ini.

Dunia jurnalistik, digambarkan Uji sangat seru. Tak ada hirarki bos-bawahan nan kaku, orang-orangnya pun ekspresif dan menyenangkan. Pria kelahiran 11 November 1989 ini menilai, dunia jurnalistik sangat cocok dengan karakter anak muda masa kini yang enerjik penuh luapan ide. Bayarannya pun memuaskan. “Meski mungkin angkanya tidak bikin kita cepat kaya,” canda Uji tertawa kecil. Kemudian dia melanjutkan, “tapi nggak underpaid, kok. Sepadan dengan tanggung jawab pekerjaannya.”

Kerasan di dunia jurnalistik, nonetheless, this eldest of three brothers won't do journalism once he start a family. Born from working parents, Uji tahu persis dinginnya rumah tanpa kehadiran seorang Ibu yang ditahan pekerjaan. Uji tak ingin anaknya hanya merasakan sosok Ayah dalam obrolan basa-basi di meja makan. Ada getir melintas di balik kacamata minusnya. “Makanya saya mah pengen jadi pengusaha. Supaya bisa lebih banyak waktu sama keluarga daripada reporter,” harapnya tulus. And journalist's networking has done him a favorable step forward to make it come true.

Beruntung, profesi jurnalis memungkinkan pengagum akting Tom Hanks ini memperbaiki kualitas hubungannya dengan keluarga. Selain mengubah sosok Uji yang awalnya pendiam jadi lebih luwes dan supel, banyak wawasan baru sebagai bahan obrolan dengan idolanya, Ayahanda terhebat, serta cinta sejatinya, Ibunda tersayang. “Alhamdulillah pokoknya sekarang mah. Keluarga nomor satu. Setinggi-tingginya bangau terbang, akhirnya ke pelimbahan juga,” kata Uji, cerah.

So, what you plan for next? Gitaris band pop-punk Ubi Raskins ini masih akan terus bertahan di dunia media. Sambil sesekali menerima order memotret di Voto Vintage, photography service yang dia rintis bersama beberapa teman. This man has ceaseless energy and always eager to learn. We can see clearly that future would take him to places, and beyond. Way to go, Fella!



By Hafsya