Sunday, December 1, 2013

Apakah Negara Tidak Mencintaiku?

Pagi ini di hari senin yang hampir semua orang membencinya. Saya bertugas menjadi 'juru mudi' untuk mengantarkan ayah, ibu, dan adik ke tempatnya masing masing yaitu, TEDC Bandung, RSHS, dan SMA Alfa Centauri.

Kuperhatikan setiap pagi jalanan begitu ramai di pagi hari, semua orang tergesa-gesa. Aturan, Tata Tertib, Rambu-Rambu Lalu-Lintas seolah hanya sebagai 'cameo' di sebuah pementasan. Orang-orang tidak terlalu memperhatikannya.. Ini salah satu contohnya :

(Mobil Berhenti di Ruang Henti Khusus Sepeda Motor, Perempatan Pasteur, Bandung)

Apakah ini akibat negara yang tidak mencintai rakyatnya? sehingga rakyat sudah semakin bosan dengan 'janji-janji' manis akan adanya perubahan? Rakyat sudah tidak memikirkan lagi negaranya, semua sibuk dengan urusan 'perut' dan egonya masing-masing. Ah.., sungguh aku sangat mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia, tapi apakah cintaku terbalaskan? mungkin akan berakhir seperti petikan sebuah lagu........, "Cintaku bertepuk sebelah pajak, eh.. tangan maksudnya"

CINTA!?



Jam menunjukkan pukul 23.20, 41 menit lagi menuju tanggal 2 Desember. Malam itu terasa cukup hangat. Saya sedang berbaring di sofa sambil menonton televisi yang sedang memutar film dokumenter 'Killing Kennedy' di National Geographic Channel. Saat itu sedang ditampilkan adegan mendiang JFK berpegangan tangan dengan Jackie yang 'terpaksa' terpotong iklan. Sambil menunggu, saya mengambil gadget dan mulai menyimak timeline salah satu akun media sosial saya. 

Tuhan bekerja dengan cara yang misterius, timeline itu salah satunya merupakan 'kicauan' seseorang yang pernah mengisi hidup saya selama hampir 2 tahun dan dia wanita yang paling sering ada di dekat saya selain mamah dan emak (nenek saya) pada masanya. tweet nya kurang lebih "@SAM: harus banget ga numbuhin jenggot :((" yang entah kenapa ku-mention " Macho! RT @SAM: harus banget ga numbuhin jenggot :((" 

Dari kejadian itu mendadak semua kenangan muncul, entah mengapa. sungguh bukan sesuatu yang saya harapkan. Namun itu terjadi, entah apa yang sedang Tuhan rencanakan. Tapi saya jadi teringat ketika berpisah dengannya. "Perpisahan tidak selamanya menyakitkan, kau menemukan jalanmu dan aku menemukan jalanku" Ya, setelah berpisah kami menemukan jalan kami masing-masing.  Dia dengan pacar barunya sedang sibuk mengelola usaha kuliner dan juga menjalani profesi barunya sebagai MC yang dari dulu dia idamkan. Saya mendapatkan pekerjaan sebagai reporter di salah satu media cetak yang merupakan salah satu impian saya semenjak masuk kuliah dan memiliki waktu lebih untuk berkumpul bersama sahabat dan keluarga.

Malam ini saya merasakannya lagi, cinta namanya. Saya sudah tahu cintaku siapa, bukan untuk bersama tapi untuk berpisah dan menemukan jalan masing-masing. Tuhan menunjukkannya malam ini dengan cara yang unik dan misterius. Sesungguhnya hanya Tuhan yang mampu memutarbalikkan perasaan manusia..