Kuperhatikan setiap pagi jalanan begitu ramai di pagi hari, semua orang tergesa-gesa. Aturan, Tata Tertib, Rambu-Rambu Lalu-Lintas seolah hanya sebagai 'cameo' di sebuah pementasan. Orang-orang tidak terlalu memperhatikannya.. Ini salah satu contohnya :
(Mobil Berhenti di Ruang Henti Khusus Sepeda Motor, Perempatan Pasteur, Bandung)
Apakah ini akibat negara yang tidak mencintai rakyatnya? sehingga rakyat sudah semakin bosan dengan 'janji-janji' manis akan adanya perubahan? Rakyat sudah tidak memikirkan lagi negaranya, semua sibuk dengan urusan 'perut' dan egonya masing-masing. Ah.., sungguh aku sangat mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia, tapi apakah cintaku terbalaskan? mungkin akan berakhir seperti petikan sebuah lagu........, "Cintaku bertepuk sebelah pajak, eh.. tangan maksudnya"

